
Foto: Perwakilan PT PAL, Hassanudin Pattiroy dan Daniel Sim Ayomi menyerahkan secara simbolik rumah singgah bagi anak-anak sekolah kepada Louis Maikuin selaku perwakilan marga.
MERAUKE – Akses pendidikan yang layak masih menjadi tantangan berat bagi masyarakat di kawasan perbatasan. Hal ini turut dirasakan masyarakat Kampung Mutimangge di Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua Selatan yang mesti menempuh perjalanan jauh menggunakan perahu dan berjalan kaki hanya untuk sampai ke sekolah di SDN Camp PAL yang berada di wilayah perusahaan.
Perjuangan mereka tidak berhenti saat tiba di sekolah. Sepulang belajar, mereka harus kembali menempuh perjalanan yang sama menuju rumah. Kondisi ini tak jarang membuat anak-anak kelelahan dan membuat mereka kesulitan mengikuti pelajaran dengan optimal.
Menjawab persoalan itu, PT Papua Agro Lestari (PAL), unit usaha Tunas Sawa Erma (TSE) Group hadir membawa solusi. Perusahaan yang beroperasi di Distrik Ulilin ini kemudian membangun sebuah rumah singgah sebagai fasilitas penunjang bagi anak-anak sekolah di sekitar area operasionalnya.
Rumah singgah tersebut merupakan bangunan permanen seluas 135 meter persegi. Di dalamnya terdapat dua kamar, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Fasilitas ini nantinya dapat digunakan anak-anak sekolah untuk singgah dan beristirahat sebelum kembali ke kampung mereka.

Foto: PT Papua Agro Lestari (PAL) membangun sebuah Rumah Singgah sebagai fasilitas penunjang bagi anak-anak sekolah di sekitar area operasionalnya.
Peresmian rumah singgah ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan simbolis kunci oleh perwakilan PT PAL kepada Louis Maikuin selaku perwakilan marga dan masyarakat setempat. Acara tersebut disaksikan langsung oleh jajaran manajemen perusahaan serta masyarakat sekitar pada Sabtu (3/10/2026).
“Bagi warga Mutimangge dan kampung-kampung sekitar, kehadiran rumah singgah ini bukan hanya meringankan beban fisik, tetapi juga menumbuhkan harapan baru. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkap Louis Maikuin seraya menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan tersebut
Sementara itu, Hassanudin Pattiroy, Manager PT PAL berharap fasilitas yang telah dibangun lewat dana Corporate Social Contribution (CSC) perusahaan ini dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat dijaga dengan baik. Pembangunan rumah singgah ini menjadi bukti nyata kepedulian dunia usaha terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan. Lebih dari sekadar bangunan, rumah singgah ini diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak Ulilin untuk meraih masa depan yang lebih cerah, tanpa harus mengorbankan tenaga dan waktu lebih banyak di perjalanan,” ujarnya.
Kehadiran rumah singgah ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di Kampung Mutimangge. Melalui fasilitas tersebut, PT PAL berharap anak-anak dapat menjalani kegiatan belajar dengan lebih nyaman sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita mereka. (PR)
