Sejarah

Tunas Sawa Erma (TSE) Group memulai perjalanannya di bidang perkebunan kelapa sawit pada 1997 di Boven Digoel dan Merauke, Papua. Sampai 2021, TSE Group melalui anak-anak perusahaannya telah memiliki enam perkebunan kelapa sawit yang terletak di Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Merauke. Mereka berada di bawah naungan PT TSE, PT Dongin Prabhawa (DP) dan PT Berkat Cipta Abadi (BCA).

Perjalanan TSE Group dimulai ketika TSE mendapatkan Izin Pelepasan Kawasan Hutan dari Kementerian Kehutanan terhadap lahan 14 ribu hektare (ha) di Boven Digoel. Di tahun yang sama, perseroan memulai penanaman bibit kelapa sawit di lahan 2.501 ha yang terus berkembang sampai saat ini.

Hingga 2020, TSE Group telah berhasil menanamkan tumbuhan kelapa sawit di empat area perkebunan aktif yang memiliki luasan sekitar 46 ribu hektare (ha). Jumlah produksi Tandan Buah Segar (TBS)-nya mencapai lebih dari 894 ribu ton.

TSE memiliki tiga area perkebunan, yaitu POP-A, POP-B dan POP-E. Hanya POP-E yang masih belum ditanami kelapa sawit sehubungan dengan kebijakan perseroan untuk melakukan moratorium sementara atas pengembangan baru.

Tantangan serupa terjadi pada BCA, tepatnya area POP-D yang berada di Merauke. BCA telah mendapatkan izin Hak Guna Usaha (HGU) terhadap sekitar 10 ribu ha, namun belum ditanami.

Selain POP-D, BCA memiliki area perkebunan di POP-C di Merauke yang sudah memulai proses penanaman kelapa sawit pada 2012. Sampai dengan 2016, luasan lahan mencapai 11 ribu ha yang menurun pada 2020 dikarenakan pengalihan ke lahan plasma.

Sementara itu, DP pertama kali memulai melakukan penanaman perkebunan pada 2011 di Merauke. Pada 2016, DP membangun pabrik CPO dengan kapasitas 50 ton per jam yang akan ditingkatkan dua kali lipat pada tahun 2021.

Pencapaian