Foto: Potret cendrerawasih kuning besar yang diabadikan oleh tim peneliti IPB University. Pohon berbuah menjadi bagian penting dari habitat cenderawasih kuning besar (Paradisaea apoda), yang menjadikan buah sebagai salah satu sumber pakan utamanya.

PAPUA SELATAN – Eksistensi cenderawasih kuning besar (Paradisaea apoda) tidak terlepas dari kondisi habitat yang menyediakan beragam sumber pakan, mulai dari buah-buahan hutan, nektar, dan biji-bijian hingga artropoda serta sesekali hewan berukuran kecil.

Di antara beragam sumber tersebut, buah-buahan menjadi salah satu sumber pakan penting bagi cenderawasih kuning besar. Hal inilah yang mendorong IPB University bersama TSE Group meneliti jenis-jenis pohon berbuah yang dimanfaatkan sebagai sumber pakan cenderawasih kuning besar.

Dalam penelitian yang dituangkan dalam sebuah jurnal internasional berjudul “Fruiting Tree Used by Greater Bird-of-Paradise (Paradisaea apoda) in Logging Concession in South Papua”, Dr. Ir. Yeni Aryati Mulyani M.Sc, Prof. Dr. Ani Mardiastuti, M.Sc., beserta tim telah berhasil mengidentifikasi enam jenis pohon yang dimanfaatkan sebagai sumber pakan cenderawasih kuning besar di dalam wilayah konsesi.

“Dua di antaranya, yakni Myristica inspida dan Oncosperma tigillarium, yang teridentifikasi melalui pengamatan langsung. Sementara empat jenis lainnya, yaitu Calophyllum soulattri, Ficus obliqua, Myristica fatua, dan Syzygium sp., diketahui berdasarkan bukti tidak langsung,” demikian ditulis dalam jurnal tersebut.

Keenam jenis pohon tersebut umumnya memiliki pola sebaran mengelompok. Pohon-pohon tersebut juga memiliki karakteristik struktur vegetasi yang mendukung aktivitas mencari makan cenderawasih, antara lain tajuk yang lebat dan percabangan yang luas.

Jurnal tersebut juga menyebutkan bahwa ketersediaan berbagai jenis pohon berbuah menjadi penting karena cenderawasih kuning besar perlu beradaptasi dengan ketersediaan buah yang bersifat musiman. Keberadaan beberapa jenis pohon yang menghasilkan buah memungkinkan burung ini memanfaatkan sumber pakan yang berbeda sesuai dengan kondisi dan ketersediaannya di habitat.

Temuan tersebut juga menunjukkan adanya keterkaitan antara kebutuhan habitat cenderawasih dan pengelolaan vegetasi di kawasan konsesi. Pasalnya, Calophyllum soulattri dan Myristica fatua yang teridentifikasi sebagai sumber pakan cenderawasih merupakan jenis kayu komersial.

Kondisi ini membuat pemahaman terhadap keberadaan pohon sumber pakan menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan habitat cenderawasih kuning besar. Namun, penelitian juga mencatat bahwa data yang tersedia masih terbatas. Sebagian besar catatan mengenai pemanfaatan pohon diperoleh melalui bukti tidak langsung sehingga diperlukan penelitian dan pemantauan lebih lanjut untuk memperkuat temuan tersebut.

Tim peneliti dari IPB University mencatat, bahwa sebagai langkah awal, pengelolaan habitat cenderawasih kuning besar dapat diarahkan pada pemeliharaan heterogenitas vegetasi dan struktur habitat, terutama di sepanjang zona sempadan sungai. Area tersebut diketahui menjadi salah satu lokasi yang memiliki konsentrasi aktivitas mencari makan cenderawasih kuning besar.

Pemantauan dalam jangka panjang juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Data yang diperoleh secara berkelanjutan dapat membantu melihat apakah perubahan vegetasi akibat aktivitas pengelolaan hutan berpengaruh terhadap pola sebaran pohon-pohon yang menjadi sumber pakan cenderawasih.

Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran mengenai jenis pohon yang dimanfaatkan cenderawasih kuning besar, tetapi juga menjadi dasar untuk memahami bagaimana ketersediaan sumber pakan, struktur habitat, dan pengelolaan kawasan hutan saling berkaitan.

Bagi TSE Group, temuan tersebut dapat menjadi salah satu rujukan dalam pengelolaan habitat satwa di wilayah konsesi. Upaya menjaga keberagaman vegetasi dan melakukan pemantauan secara konsisten diharapkan dapat membantu memastikan ketersediaan habitat yang mendukung keberlangsungan cenderawasih kuning besar di Papua Selatan. (PR)

Published On: Oktober 7, 2026
Mungkin Anda tertarik dengan berita ini

Share This Story, Choose Your Platform!

Berita Terbaru
  • Published On: Oktober 9, 2026
  • Published On: Oktober 7, 2026
  • Published On: September 30, 2026