
Foto: Managing Director TSE Group, Mr. In Lae Kim, berharap training ini dapat membawa perubahan nyata di lapangan. Kegiatan Training Agile & Standar Agronomi diselenggarakan untuk memperkuat kompetensi, kemampuan adaptasi, serta penerapan standar agronomi.
BOVEN DIGOEL – Sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk membangun tim yang tangguh, disiplin, dan adaptif terhadap perubahan, Tunas Sawa Erma (TSE) Group menyelenggarakan Training Agile & Standar Agronomi yang diikuti oleh pimpinan-pimpinan kebun.
Mengusung motto “Aku Tahu, Aku Mau, Aku Lakukan”, training yang berlangsung pada tanggal 3 sampai 4 Agustus 2026 di kantor TSE Group, Kampung Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel ini, digelar dalam upaya memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan efisiensi.
Dalam sambutannya, Managing Direktur TSE Group, Mr. In Lae Kim mengungkapkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai kerja perusahaan yang menekankan ketepatan, kolaborasi, dan efektivitas.
“Training yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan dapat membawa banyak perubahan di lapangan. Sebab para pimpinan kebun harus lebih peduli terhadap masalah–masalah di lapangan dan menjadi bagian dari solusi,” ungkapnya dalam sesi pembukaan traning pada Senin (3/8/2026).
Pada hari pertama training yang berlangsung di TSE Corporate University, para peserta diberikan materi yang menekankan pada soft skill agility dan problem solving. Dua materi ini diharapkan mampu membangun mental adaptif para peserta dalam menghadapi perubahan dinamika lapangan dan mengurai permasalahan kebun dengan pendekatan solusi konkret dan terstruktur.

Foto: Field visit menjadi ruang pembelajaran bersama bagi peserta untuk mengamati kondisi tanaman, mengevaluasi praktik agronomi, serta memperkuat kolaborasi antar departemen.
Selanjutnya pada hari kedua, pelatihan difokuskan pada field visit ke kebun sawit PT Papua Agro Lestari (PAL). Di mana peserta turun langsung ke lapangan untuk melihat dan mengevaluasi eksekusi nyata dari materi yang telah diperoleh.
Agenda utama field visit di antaranya: pengecekan blok kebun secara langsung sesuai standar agronomi yang terukur, diskusi terbuka antar departemen untuk menyamakan strategi dan pemahaman teknis serta penerapan inovasi organik berupa pemanfaatan janjang kosong dan POME (Palm Oil Mill Effluent) sebagai suplai nutrisi tambahan untuk tanaman.
Kegiatan visit dilanjutkan dengan mitigasi dampak kemarau melalui pembuatan kantong-kantong air dan penerapan sistem stop blok (penahan air) untuk menjaga kelembaban tanah.
Dengan pendekatan kepemimpinan yang langsung turun ke kebun, berbasis data, dan berorientasi pada hasil, TSE Group meyakini bahwa masa depan agronomi berada ditangan tim yang memiliki pengetahuan, kemauan, dan keberanian untuk bertindak.
TSE Group adalah perusahaan perkebunan yang beroperasi di Papua Selatan dengan fokus pada pengelolaan kelapa sawit secara berkelanjutan, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta produktivitas kebun. (Humas)
