
Foto: Kelengkapan fasilitas, peralatan, dan tenaga kesehatan turut mendorong semakin banyak ibu, khususnya masyarakat Orang Asli Papua (OAP) mendapatkan pertolongan selama periode kehamilan dan persalinan
BOVEN DIGOEL – Memantau tumbuh kembang janin sekaligus memastikan kesehatan ibu menjadi perhatian penting di masa kehamilan. Namun ketersediaan alat atau layanan pemeriksaan secara mandiri di fasilitas kesehatan daerah terpencil sangatlah terbatas dan seringkali bergantung pada kegiatan bakti sosial atau kerja sama dengan klinik sekitar.
Hal inilah yang terjadi di Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, di mana Puskesmas Getentiri sebagai faskes tingkat pertama secara rutin bekerja sama dengan Klinik Asiki, sebuah klinik modern yang dibangun dan dioperasikan oleh TSE Group.
Secara berkala, tim medis Klinik Asiki bersama Puskesmas Getentiri memberikan pemeriksaan kehamilan, konsultasi, sampai dengan perencanaan persalinan. Tak hanya masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan, masyarakat yang tinggal di kampung-kampung sekitarnya juga diperbolehkan datang untuk memperoleh pelayanan ini.
Kegiatan posyandu digelar satu kali setiap bulan, tepatnya pada Kamis di minggu pertama. Dalam kegiatan ini perusahaan menyediakan alat ultrasonografi (USG) guna mengetahui perkembangan janin sekaligus membantu tenaga kesehatan mendeteksi kondisi yang membutuhkan perhatian sejak dini. Para ibu juga dibekali vitamin selama masa kehamilan hingga setelah melahirkan.
Kelengkapan fasilitas, peralatan, dan tenaga kesehatan ini turut mendorong semakin banyak ibu, khususnya masyarakat Orang Asli Papua (OAP) mendapatkan pertolongan selama periode kehamilan dan persalinan, sehingga meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.

Foto: Manfaat posyandu juga dirasakan langsung oleh para orang tua yang ingin memantau perkembangan anak secara rutin.
Selain pemeriksaan ibu hamil, posyandu juga menjadi wadah pemeriksaan rutin sebagai salah satu langkah untuk mendeteksi risiko stunting dan penyakit berbahaya sejak dini. Untuk itu, anak-anak menjalani penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas, sekaligus mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
“Posyandu ini sangat membantu memantau tumbuh kembang anak kami, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, sehingga kami orang tua bisa tahu perkembangan dan kondisi anak kami, terutama gizi mereka, Selain pemeriksaan kesehatan, anak-anak juga senang karena mendapatkan makanan tambahan bergizi,” kata Yosefina Saima, salah satu orang tua peserta Posyandu.
Bidan Feby Samidah, Amd. Kep, yang bertugas mengatakan, ada puluhan hingga ratusan ibu dan anak yang hadir dalam setiap kegiatan posyandu di Klinik Asiki. Sasarannya, seluruh bayi dan balita yang ada di sekitar lingkungan perusahaan bisa dipantau status gizi dan kesehatanya.
“Sekitar 80-100 anak dan 40-50 orang ibu hamil mendapatkan pelayanan posyandu di Klinik Asiki. Dengan adanya kegiatan imunisasi bayi dan balita, diharapkan dapat mencegah penyakit-penyakit di kemudian hari, seperti campak, TBC, hingga polio,” ujar Bidan Feby pada Rabu (19/8/2026).
Sejak beroperasi pada 2005, Klinik Asiki bukan hanya menjadi tempat pemeriksaan kesehatan semata, tetapi juga menjadi ruang bagi orang tua untuk mendapatkan informasi, memantau pertumbuhan anak, dan memastikan kesehatan ibu selama kehamilan.
Melalui layanan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, Klinik Asiki bersama Puskesmas Getentiri terus berupaya mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional TSE Group. Bagi para orang tua, rutinitas sederhana seperti menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, mendapatkan imunisasi, hingga memeriksakan kehamilan dapat menjadi langkah penting untuk memastikan ibu dan anak tumbuh sehat. (Humas)
