
Foto: Pemasangan papan imbauan di sejumlah titik kawasan hutan di Kabupaten Boven Digoel sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
BOVEN DIGOEL – PT Tunas Sawa Erma (TSE) A mendukung upaya masyarakat adat dalam menjaga kelestarian hutan dan melindungi satwa liar di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Dukungan ini diwujudkan melalui pemasangan papan larangan perburuan liar di sejumlah titik rawan di kawasan hutan adat milik Marga Irowop Kawab dan edukasi kepada masyarakat.
Langkah tersebut berawal dari kekhawatiran masyarakat adat terhadap aktivitas perburuan liar yang dapat mengancam kelestarian ekosistem hutan. Bagi masyarakat adat, hutan memiliki nilai ekologis, sosial, budaya, dan spiritual yang diwariskan lintas generasi. Karena itu, perlindungan hutan penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus melestarikan nilai budaya masyarakat dari berbagai ancaman, termasuk perburuan satwa liar dan aktivitas ilegal
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak perusahaan yang telah mendukung upaya kami dalam melindungi hutan adat dan warisan leluhur,” ujar Perwakilan Marga Irowop Kawab, Edy Kawab pada pertengahan Juli lalu.
Asisten Manager TSE A, Yohanes Sada Nanlohi, mengatakan keterlibatan masyarakat adat menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama karena masyarakat memiliki hubungan langsung dengan hutan dan wilayah adat mereka.
“Kerja sama antara TSE Group dan Marga Irowop Kawab dalam pemasangan papan imbauan ini merupakan contoh nyata sinergi antara perusahaan dan masyarakat adat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya TSE Group untuk bekerja sama dengan masyarakat pemilik hak ulayat dalam menjalankan program sosial dan lingkungan perusahaan,” jelas Yohanes.

Foto: Perwakilan tim TSE A berkolaborasi dengan masyarakat setempat dalam pemasangan papan imbauan sebagai bentuk ajakan bersama untuk menjaga dan melestarikan kawasan hutan.
Dukungan TSE Group terhadap kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjalankan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Melalui kebijakan Environmental, Social, and Governance (ESG), perusahaan berupaya menjaga keanekaragaman hayati dan mencegah perburuan terhadap satwa yang dilindungi maupun memiliki nilai penting bagi ekosistem Papua, termasuk kura-kura moncong babi dan burung cenderawasih.
Selain itu, perusahaan terus memperkuat pelestarian kawasan bernilai konservasi tinggi atau High Conservation Value (HCV) serta menjalankan berbagai program konservasi secara berkelanjutan melalui inisiatif Papua Conservation.
Melalui kolaborasi ini, TSE Group berharap perlindungan hutan adat dan keanekaragaman hayati dapat terus diperkuat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah perburuan liar dan bersama-sama menjaga kekayaan alam Papua agar tetap lestari bagi generasi mendatang. (Humas)
