
Foto: Klinik TSE Group lakukan pemeriksaan massal di sekolah dengan guru dan siswa yang menjadi pesertanya
BOVEN DIGOEL – Tunas Sawa Erma (TSE) Group menunjukkan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam mencapai target eliminasi malaria pada 2030 melalui melakukan screening malaria. Screening tidak hanya menyasar pekerja perusahaan, tetapi dilakukan secara luas dengan menjangkau berbagai kelompok masyarakat seperti anak-anak dan guru-guru yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Selama kegiatan screening yang digelar hingga 14 hari berturut-turut, mulai 13 hingga 26 Juli 2026, tim medis TSE Group berhasil memeriksa sebanyak 2.200 orang di wilayah Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel. Dan dari jumlah tersebut, sebanyak 12 orang dinyatakan positif malaria.
Terhadap warga yang teridentifikasi positif, tim medis segera memberikan tindakan dan penanganan medis lanjutan melalui fasilitas kesehatan klinik perusahaan. untuk memastikan kasus yang ditemukan dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi lebih serius.
“Kami sangat terbantu dengan kesadaran masyarakat dan karyawan untuk memeriksa kesehatan. Ini penting karena penanganan dini mencegah komplikasi serius dan memutus mata rantai penularan malaria di lingkungan sekitar,” ujar Hamza, tenaga medis sekaligus penanggung jawab malaria di klinik TSE Group saat ditemui di lokasi pemeriksaan, Minggu (26/7/2026).

Foto: Screening tidak hanya menyasar pekerja perusahaan, tetapi dilakukan secara luas dengan menjangkau berbagai kelompok masyarakat
Kegiatan screening massal merupakan bentuk kepedulian TSE Group terhadap kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Deteksi dini dinilai penting dalam memutus mata rantai penularan malaria, terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit tersebut.
Berdasarkan data pemerintah Kemenkes RI, wilayah Tanah Papua merupakan salah satu kawasan dengan kasus malaria endemis tertinggi di Indonesia. Dikutip dari kanal Kemenkes, dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 476 atau sekitar 79 persen telah mencapai status eliminasi. Namun, lebih dari 93 persen beban kasus malaria nasional masih terkonsentrasi di Papua, wilayah yang memiliki tantangan geografis, sosial, dan aksesibilitas yang kompleks.
Selain penanganan terhadap warga yang terdeteksi positif, kegiatan screening juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala mengenali gejala malaria sejak dini, agar segera memperoleh pengobatan apabila ditemukan indikasi terinfeksi. (Humas)
