Foto: Pekerja perempuan di lingkungan TSE Group terlibat langsung dalam berbagai aktivitas operasional perkebunan kelapa sawit di Papua Selatan, mulai dari pemeliharaan tanaman hingga pengumpulan brondolan. Kehadiran mereka mencerminkan peran strategis perempuan dalam mendukung produktivitas sekaligus keberlanjutan industri sawit.

PAPUA SELATAN – Perempuan memainkan peran strategis dalam mendukung operasional industri kelapa sawit di wilayah Papua Selatan, khususnya di lingkungan Tunas Sawa Erma (TSE) Group. Di tengah aktivitas perkebunan yang terus berkembang, kontribusi tenaga kerja perempuan terlihat di berbagai lini, mulai dari lapangan hingga fungsi administratif.

Sejak pagi hari, pekerja perempuan telah terlibat dalam sejumlah aktivitas operasional, seperti pemeliharaan tanaman, pemupukan, hingga pengumpulan brondolan. Selain itu, sebagian lainnya menjalankan peran di sektor administrasi dan pengolahan di pabrik kelapa sawit. Keterlibatan ini menunjukkan kapasitas perempuan dalam menunjang keberlanjutan industri perkebunan secara menyeluruh.

Di antara pekerja tersebut, terdapat Adel Samfan dan Helmi Yongeneelen yang mencerminkan kontribusi perempuan dalam industri ini. Adel, perempuan Orang Asli Papua (OAP) asal Kabupaten Boven Digoel, memilih kembali ke daerah asalnya setelah menyelesaikan pendidikan di Yogyakarta. Saat ini, ia menjalankan tugas di bidang hubungan masyarakat (Humas) TSE Group.

Adel menyatakan bahwa keputusannya untuk kembali merupakan bagian dari upaya berkontribusi terhadap pembangunan daerah. “Saya ingin anak-anak perempuan di kampung mengetahui bahwa mereka dapat bekerja, mandiri, dan tetap menjaga jati diri sebagai orang Papua,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, Helmi Yongeneelen, pekerja asal Sulawesi, bertugas di bagian administrasi Divisi 9 perkebunan TSE B. Dalam menjalankan pekerjaannya, Helmi berinteraksi langsung dengan dinamika operasional di lapangan serta lingkungan kerja yang beragam.

Menurut Helmi, profesionalisme menjadi faktor utama dalam menjalankan tugas. “Bukan soal gender, tetapi kualitas dan tanggung jawab dalam pekerjaan,” katanya.

Kehadiran tenaga kerja perempuan di berbagai posisi menunjukkan adanya ruang partisipasi yang terbuka di lingkungan perusahaan. TSE Group memberikan kesempatan bagi perempuan untuk berkontribusi di berbagai bidang, termasuk posisi teknis dan manajerial, tanpa membedakan latar belakang.

Upaya ini dinilai turut mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja perempuan serta membuka peluang yang lebih luas dalam industri perkebunan. Selain itu, keterlibatan perempuan juga menjadi bagian dari dinamika perubahan dalam dunia kerja, termasuk dalam sektor berbasis sumber daya alam seperti kelapa sawit.

Dengan semakin luasnya peran perempuan, industri sawit di Papua Selatan menunjukkan perkembangan yang tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga pada inklusivitas tenaga kerja. (Humas)

Published On: April 23, 2026
Mungkin Anda tertarik dengan berita ini

Share This Story, Choose Your Platform!

Berita Terbaru
  • Published On: April 23, 2026
  • Published On: April 20, 2026
  • Published On: April 8, 2026