Foto: Sulitnya akses ke fasilitas kesehatan yang lebih besar, kerap membuat masyarakat Kampung Subur dan Aiwat mengabaikan keluhan kesehatan

BOVEN DIGOEL – Bagi masyarakat yang tinggal di tepian Sungai Digoel, khususnya di Kampung Subur dan Aiwat, Distrik Subur, sulitnya akses ke fasilitas kesehatan yang lebih besar, seperti rumah sakit di kabupaten kerap membuat masyarakat mengabaikan keluhan kesehatan yang sebenarnya harus segera ditangani.

Padahal kondisi lingkungan yang lembab dan sanitasi yang buruk di kawasan pesisir kuat berdampak pada kesehatan, seperti munculnya penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gatal-gatal pada kulit yang banyak dikeluhkan masyarakat.

“Untuk sekadar berobat ke dokter untuk masyarakat di sini bukanlah perkara mudah. Jalur transportasi yang hanya mengandalkan sungai dan waktu tempuh yang panjang seringkali menjadi penghalang utama. Karena kampung kami yang berada di pesisir, jangkauan untuk mengakses kesehatan yang memadai memang agak sulit,” ujar pengurus Kampung Subur, Xaverius Aute.

Keprihatinan itu, menarik atensi dari PT Berkat Cipta Abadi (PT BCA) yang menggelar program pelayanan kesehatan gratis. Dalam kunjungannya, tim medis dari Klinik PT BCA yang dipimpin oleh Dokter Rizal Irsan tidak hanya melayani orang dewasa, tetapi juga balita hingga lansia.

“Tindakan medis yang kami lakukan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, kemudian kami berikan obat sesuai dengan penyakit yang dikeluhkan. Lewat tindakan medis lebih awal seperti ini, kami berharap dapat mencegah penyakit yang lebih kronis lagi di kemudian hari. Harapan kami, masyarakat di tempat ini selalu sehat,” ujar dr. Rizal belum lama ini.

Foto: Tindakan medis yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan pemberian obat untuk orang tua, dewasa dan anak-anak

Masyarakat setempat mengakui bahwa keberadaan layanan medis gratis dari pihak perusahaan memberikan begitu banyak dampak positif. “Dengan adanya pelayanan kesehatan gratis yang dihadirkan oleh pihak perusahaan, ini sangat membantu dan menolong masyarakat kami,” tambah Xaverius.

Tidak hanya memberikan pengobatan, pihak perusahaan juga menyelenggarakan program sosialisasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kunjungan mereka pada Juli 2026 lalu. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai langkah pencegahan utama agar terhindar dari berbagai penyakit.

Dengan adanya rangkaian program kesehatan gratis, PT BCA unit usaha dari Tunas Sawa Erma (TSE) Group perusahaan kelapa sawit terbesar di Papua Selatan, menunjukkan kepedulian nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, sekaligus membantu kesenjangan akses layanan kesehatan di daerah terpencil. (HMS)

Published On: September 11, 2026
Mungkin Anda tertarik dengan berita ini

Share This Story, Choose Your Platform!

Berita Terbaru
  • Published On: September 30, 2026
  • Published On: September 30, 2026
  • Published On: September 12, 2026